PERANTARA DUA PERASAAN
Aku malu pada handphone genggamanku
Menjadi saksi di setiap lontaran senyum asmara
Menaruh cinta pada gambar di
Layar kaca
Entah mengapa dan kenapa
Messenger menjadi kawan tanpa kata
Jembatan perantara dua perasaan yang sama
Aku tenggelam pada kata kata
Para pujangga
Menaruh harapan pada mawar yang,
Tak pernah kusentuh batangnya
Aku percaya pada kata kata ungkapan hati
Sebab aromanya memikat hati kumbang malam
Aku percaya pada jangkrik yang bernyanyi